Pasar kendaraan listrik global kembali menorehkan sejarah. Menurut riset terbaru dari lembaga Rho Motion, penjualan mobil listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV) pada September 2025 menembus rekor baru: 2,1 juta unit melonjak 26 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan ini didorong oleh permintaan kuat dari China, di mana konsumen bergegas memanfaatkan insentif pajak sebelum masa berlakunya habis.
China Masih Jadi Raja, Dunia Mengikuti
Tak mengherankan jika dua pertiga dari total penjualan global, atau sekitar 1,3 juta unit, berasal dari China. Negeri Tirai Bambu itu memang telah menjelma
menjadi pusat gravitasi industri kendaraan listrik dunia.
September yang dikenal sebagai bulan paling sibuk bagi penjualan mobil di China menjadi ajang panen bagi pabrikan-pabrikan besar. Konsumen di berbagai daerah berbondong-bondong membeli mobil listrik baru sebelum subsidi tukar tambah kendaraan lama mulai dihapus secara bertahap.
Di Eropa, permintaan juga terus meningkat — terutama di Jerman dan Inggris —yang memicu kompetisi semakin ketat.
Angka yang Menggambarkan Lompatan Besar
Tren ini menunjukkan satu hal jelas mobil listrik bukan lagi masa depan melainkan masa kini.
BYD dan Denza, Dua Bintang dari Timur
Dari seluruh pemain global, BYD tampil paling menonjol. Produsen asal China ini kini menjadi merek mobil terbesar keempat di dunia, menggeser banyak merek mapan dari Eropa dan Jepang.
Di dalam negeri, BYD mendominasi pasar kendaraan listrik China dengan pangsa lebih dari 35 persen, dan di level global menembus 50 persen pangsa pasar di segmen EV hanya dalam waktu satu tahun.
Tak hanya itu, Denza, submerek premium BYD juga terus tumbuh sebagai simbol kemewahan elektrifikasi ala Asia. Denza kini memperkuat posisinya di segmen menengah atas, menjembatani kebutuhan pelanggan yang menginginkan teknologi tinggi dengan kenyamanan premium.
Indonesia Jadi Panggung Baru
Gelombang kebangkitan mobil listrik global itu kini terasa nyata di Indonesia. Dalam waktu kurang dari setahun, BYD melalui Haka Auto telah membuka jaringan megadealer di Pluit, Cibubur, Bintaro, Pejaten, Balikpapan, Malang, hingga Makassar. Menyusul di beberapa kota besar lainnya di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga di Kalimantan dan juga Sulawesi.
Antusiasme konsumen Indonesia terlihat dari tren positif dari lineup BYD yang dipasarkan di Indonesia, mulai dari BYD Dolphin, Atto 3, Seal, Sealion 7, M6, hingga model terbaru Atto 1, sementara kehadiran Denza melalui D9 sebagai data market yang telah dipublikasikan langsung memimpin penjualan di segmen MPV Premium tanah air.
Lebih dari sekadar menjual mobil, Haka Auto membawa misi membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan dari layanan purna jual, edukasi pelanggan, hingga dukungan terhadap target emisi nol bersih Indonesia.
Dengan pabrik BYD yang direncanakan mulai beroperasi di Indonesia pada awal 2026, negeri ini siap menjadi bagian penting dari peta besar revolusi kendaraan listrik dunia.
Dari angka penjualan global hingga ekspansi regional, satu hal makin jelas: era kendaraan listrik telah tiba — dan BYD bersama Haka Auto menjadi bagian dari babak terdepan perubahan itu.
Dari China hingga Indonesia, baik melalui merek BYD dan juga Denza menandakan arah masa depan yang semakin hijau dan elektrifikasi yang tak terbendung.
Haka Auto: Mega Dealer BYD dan Denza di Indonesia
Di Indonesia, upaya pembelian dan perawatan kendaraan BYD maupun Denza sebagai merek premium dapat dilakukan konsumen di outlet terdekat Haka Auto yang merupakan grup mega dealer dengan jaringan terluas dan showroom terbesar.
Seiring perkembangan pesat dan semakin tingginya kepercayaan konsumen pada BYD dan Denza di Indonesia, Haka Auto juga terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan kendaraan listrik berkualitas dan memperluas jaringan layanan di Indonesia. Saat ini Haka Auto mengelola satu outlet DENZA dan delapan outlet BYD di berbagai kota besar:
Untuk informasi lebih lanjut, publik dapat menghubungi Haka Auto Care di nomor: 0811-8888-8234.